News IFBEC Bali

IFBEC Gathering “Hadapi MEA, Anggota IFBEC Wajib Miliki Sertifikasi Profesi“

IFBEC Gathering “Hadapi MEA, Anggota IFBEC Wajib Miliki Sertifikasi Profesi“

Untuk meningkatkan kualitas daya saing industri pariwisata dalam menghadapi persaingan, terutama menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali menggelar sosialisasi sertifikasi profesi dibidang pariwista. pada Saat IFBEC Gathering yang dilaksanakan di Sol House Bali Legian, 23 Pebruari 2018.

Si Ngurah Sutapa, kasi standarisasi dinas tenaga kerja dan SDM Provinsi Bali menjelaskan kepada peserta IFBEC Gathering. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata.

Ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang didalamnya mengamanatkan Pemerintah untuk menyusun sertifikasi kompetensi kompetensi dan sertifikan usaha yang bergerak di bidang pariwisata.

Dalam PP itu disebutkan, bahwa sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja, dan sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja.

“Pelaksana sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Pariwisata, yang dilaksanakan pada saat proses pembelajaran, hasil pembelajaran, atau hasil pengalaman kerja di usaha pariwisata,” bunyi Pasal 12 Nomor 52 Tahun 2012.

PP ini juga menegaskan, bahwa Pengusaha Pariwisata wajib mempekerjakan Tenaga Kerja yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi di Bidang Pariwisata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk tenaga kerja asing. Paparnya.

I Ketut Darmayasa, S.I.Pem, MM, CHT, ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC)
Mengatakan Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan, pesertanya terdiri dari member IFBEC dan supplier di era milineal dan jaman now yang sangat dekat dengan dunia maya dapat membantu memberikan edukasi sekaligus mempromosikan bidang pariwisata," kata Darma. 

Menurutnya, selain menjual pariwisata adalah menjual image atau citra, dari segi SDM pariwisata  yang paling diperlukan adalah setiap profesi memiliki kompetensi di bidangnya yang diukur dalam key features of competency yaitu, keterampilan melaksanakan pekerjaan (Task Skill), keterampilan mengelola kemampuan diri (Task management Skill).kemampuan beradaptasi (Job role enviroment skill), dan kemampuan mengantisipasi kejadian atau kemungkinan (Contingency management Skills).

Intinya setiap individu dalam profesinya diharapkan mampu melakukan pekerjaan,tutupnya
BTNewspaper/Rudi

    Leave a comment

    Subscribe to our Newsletter for latest news.

    © 2017